Sektor rumah tangga menyalurkan sejumlah tenaga kerja ke pasar tenaga kerja, melalui pasar tenaga kerja tersebut sejumlah angkatan kerja bekerja di beberapa perusahaan. sektor rumah tangga ini memperoleh income dari perusahaan, lalu kemudian menyimpan sebagian penghasilannya ke pasar uang (lembaga keuangan seperti bank dan sebagainya). Lembaga keuangan tersebut lalu berinvestasi di perusahaan dan perusahaan tersebut melakukan sejumlah transaksi dengan lembaga keuangan yang menginvestasikan dananya.
Para tenaga kerja yang disalurkan ke perusahaan, bekerja menghasilkan barang dan jasa yang kemudian di jual ke pasar barang. Barang dan jasa yang telah tersedia di pasar barang kemudian di salurkan ke rumah tangga, pasar luar negeri dan juga negara-negara lain. Pihak rumah tangga membayar barang dan jasa yang mereka dapatkan dari pasar barang demikian pula halnya dengan pasar luar negeri maupun negara-negara lain yang juga melakukan pembayaran atas barang dan jasa yang mereka impor.
Pemerintah juga turut serta menggunakan dan mengalokasikan barang dan jasa yang diprroduksi oleh perusahaaaaan-perusahaan tersebut dengan menggunakan tenaga kerja dari sektor rumah tangga. lalu barang dan jasa tersebut disalurkan kembali oleh pemerintah ke beberapa sektor di masyarakat seperti ke rumah tangga konsumen sebagai subsisi khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu dan berpenghasilan rendah.
Subsidi tersebut disalurkan ke berbagai daerah baik berupa uang tunai maupun dalam bentuk barang konsumsi seperti beras, mie instant, dan kebutuhan pokok lainnya. Bentuk subsidi lain juga diberikan oleh pemerintah ke sejumlah perusahaan. Perusahaan lalu membayarkan sejumlah uang berupa pajak ke pemerintah. Dan tak hanya perusahaan-perusahaan, rumah tangga konsumen maupun produsen juga turut membayar pajak kepada pemerintah (negara) atas fasilitas negara yang telah digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar