Senin, 08 November 2010

Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Likuiditas Perusahaan terhadap Risiko Investasi Saham yag Terdaftar pada Jakarta Islamic Index

Analisis Jurnal


Tema : Pengaruh perubahan tingkat suku bunga dan tingkat likuiditas perusahaan dalam pasar modal.

Judul : Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Tingkat Likuiditas Perusahaan terhadap Risiko Investasi Saham yang Terdaftar pada Jakarta Islamic Index

Pengarang : Makryanawati
                   FE Universitas Negeri Malang
                   Misbachul Ulum
                   Alumni FE Universitas Negeri Malang

Tahun : 2009


Latar Belakang


Dewasa ini muncul saham syariah dimana saham ini diterbitkan oleh perusahaan emiten yang telah terseleksi dan sesuai dengan prinsip syariah Islam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti dan Prasetyo(2003) menyimpulkan bahwa adanya berbagai macam pilihan investasi yang dapat dilakukandi pasar modal. Investasi saham itu meliputi ; investasi saham syariah, investasi saham non syariah dan gabungan keduanya. Dari pilihan tersebut, peneliti menetapkan pada saham-saham apa kita harus melakukan investasi dan menghitung portfolio mana yang menghasilkan keuntungan optimal. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa berinvestasi pada saham syariah lebih menguntungkan daripada berinvestasi pada saham non syariah.

Saham syariah dapat dijadikan sebagai sebuah sarana untuk mengakomodir dana dari para investor, khususnya investor muslim. Investasi pada saham syariah merupakan alternatif pengelolaan dana yang baik karena saham-saham syariah jauh dari usaha yang tergolong haram menurut Islam. Adanya saham syariah diharapkan dapat meningkatkan perdagangan saham di lantai bursa.

Masalah dan Tujuan

Sebelum terjadi krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997, saham-saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau sekarang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) banyak diminati oleh para investor. Idealnya, pasar modal merupakan sumber keuntungan baik bagi para emiten maupun investor. Tetapi kondisi yang terjadi pada tahun 1997 menyebabkan perubahan sebaliknya. Banyak investor mengalami kerugian besar. Perusahaan emiten juga mengalami hal yang sama dan hal ini tercermin dari harga sahamnya yang menurun tajam.
Hal-hal tersebut di atas mengindikasikan bahwa instrumen dalam pasar modal mengandung suatu unsur ketidakpastian dan termasuk di dalamnya adalah saham. Saham itu mengandung unsur ketidakpastian karenanya unsur expectation memegang peranan(Ahmad, 1997:55). Perubahan tingkat suku bunga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko sistematis. Faktor lainnya antara lain kurs valuta asing, kebijakan pemerintah, inflasi dan sebagainya. Apabila tingkat suku bunga tinggi, maka para investor akan lebih tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank, dan sebaliknya jika tingkat suku bunga menurun, maka para investor akan lebih memilioh berinvestasi di saham. Walaupun risiko yang diakibatkannya lebih besar, namun para investor mengejar tingkat pengembalian yang lebih tinggi sebab bunga bank sudah dianggap tidak memadai lagi.
Para investor banyak yang menyukai adanya risiko yang tinggi karena dalam risiko yang tinggi tersebut cenderung terdapat potensi tingkat return yang tinggi pula. Konsep ini dikenal dengan istilah "High Return High Risk, Low Return Low Risk". Konsep ini mengatakan bahwa setiap potensi keuntungan tinggi yang mungkin diperoleh cenderung menyimpan potensi kerugian yang tinggi, sementara potensi return yang relatif normal akan memberikan tingkat risiko kerugian yang relatif rendah pula.
 Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan disamping memperoleh gambaran mengenai pentingnya tingkat likuiditas suatu perusahaan sebagai tolak ukur kemampuan perusahaan membayar kewajibannya sebagai perbandingan terhadap risiko investasi saham di pasar modal syariah.

Metodologi

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data sekunder. Data pada penelitian ini dapat diperoleh melalui Indonesian Capital Market Directory (ICMD), Bank Indonesia, dan website mengenai pasar modal. Mengacu pada jenis data yang hendak dikumpulkan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik dokumentasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanasi (explanatory research) yaitu menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Penelitian ini berusaha mengetahui hubungan antara dua variabel bebas, yaitu tingkat suku bunga (X) dan tingkat likuiditas perusahaan (X) terhadap risiko investasi (Y) yang merupakan variabel terikat. Hubungan antar variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.





Hasil dan Analisis Data

Untuk menganalisis hubungan variabel tingkat suku bunga dan tingkat likuiditas perusahaan terhadap variabel risiko investasi dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah analisis besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari dua (Suharyadi & Purwanto, 2004:508). Adapun persamaan regresi berganda sebagai berikut :

Y = a + bX + bX (Hasan, 2002:255)

Keterangan :
Y       = variabel terikat(nilai duga Y)
X,X   = variabel bebas
a,b,b  = koefisien regresi linear berganda
a        = nilai Y, apabila X=X=0

Setelah dilakukan analisis uji normalitas dan asumsi klasik terhadap data yang digunakan dalam penelitian ini maka dapat diketahui bahwa data yang digunakan dalam analisis memiliki distribusi yang normal dan memenuhi persyaratan uji asumsi klasik. Oleh karena itu, persamaan yang nantinya diperoleh dari hasil analisis regresi layak untuk digunakan.

Kesimpulan

Dengan memperhatikan hasil analisis yang berkaitan dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan :
Tingkat suku bunga yang ditunjukkan oleh tingkat suku bunga SBI sebagai tingkat kenaikan bunga bebqas risiko terbukti bepengaruh signifikan terhadap risiko investasi. Arah pengaruhnya sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa jika tingkat suku bunga tinggi, maka akan mengakibatkan harga saham turun dan risiko investasi menjadi menurun. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga rendah, maka akan mengakibatkan harga saham naik dan risiko investasi menjadi meningkat.
Tingkat likuiditas perusahaan yang ditunjukkan oleh rasio lancar tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar